Senin, 09 April 2012

SUHU TUBUH


SUHU TUBUH
(BODY TEMPERATURE)

Perubahan fungsi tubuh seringkali tercermin pada suhu badan, Denyut nadi, Penapasan, dan Tekanan Darah. Mekanisme Fisiologi yang mengaturnya sangat sensitive dan biasanya mengaturnya secara berkaitan satu sama lain. Setiap perubahan yang berlainan dengan keadaan yang normal dianggap sebagai indikasi yang penting mengenai keadaan kesehatan seseorang. Karena itu sering disebut sebagai tanda-tanda vital .
  1. FISIOLOGI SUHU
                Suhu mengacu pada derajat panas atau dinginnya suatu zat. Manusia  adalah Homeothermic yaitu berdarah panas sehingga suhu tubuh tetap stabil meskipun terjadi perubahan lingkungan. Hewan berdarah dingin atau poikilothermic mempunyai suhu tubuh yang sama dengan lingkungan tempat tinggal mereka .
  1. PENGATURAN SUHU
                Pusat pengaturan suhu adalah Hypothalamus dalam system saraf pusat, yang terletak di dasar otak, memainkan peranan yang penting sebagai thermostat (pengatur panas). Secara normal suhu tubuh manusia dapat berubah – ubah + 1° F (0,6° C) dalam sehari. Suhu tubuh dapat berubah tinggi bila tubuh mengalami infeksi, alergi, atau peradangan.
  1. PRODUKSI PANAS
  1. Panas dihasilkan dari metabolisme makanan oleh tubuh. Metabolisme yang meningkat akan menyebabkan produksi panas meningkat.
  2. Produksi panas anak meningkat bila tubuh mensekresi hormon.
  3. Aktifitas tubuh dan latihan-latihan tubuh yang memerlukan kotraksi otot.
  1. PELEPASAN PANAS DARI TUBUH             
  1. Panas sebagian dilepaskan melalui urine, feces  dan dari penguapan udara saaat bernapas.
  2. Panas dapat dilepaskan melalui permukaan tubuh yang dipengaruhi oleh sinar matahari, angin kelembaban udara.
  3. Panas dapat berpindah melalui proses radiasi, Konveksi, Evaporasi, dan Konduksi.
  1. Perubahan vaskularisasi (aliran darah)
  1. Saat pembuluh darah mengalami Vasodilatasi, kapiler melebar, kulit menjadi panas dan kelebihan panas dipancarkan ke kelenjar keringat sehingga terjadi penguapan cairan pada permukaan tubuh.
  2. Saat pembuluh darah Vasokonstriksi, pembuluh darah mengkerut kulit menjadi pucat dan dingin, hilangnya keringat dibatasi dan panas suhu tubuh tidak dikeluarkan.
MECHANISME TRANSFER PANAS
*RADIASI             :Yaitu difusi panas oleh pergerakan elektromagnetik. Ex : Tubuh melepaskan panas melalui permukaan tubuh yang  tidak di tutup.
* KONVEKSI       :Yaitu perpindahan panas oleh gerak diantara 2    daerah    yang                 memiliki kerapatan yang berbeda. Ex : Sebuah kipas angin  yang memiliki udara dingin melewati permukaan tubuh  yang  hangat.
*EVAPORASI      :Yaitu perubahan dari air menjadi uap. Ex : Cairan tubuh dalam bentuk keringat menguap oleh sinar matahari.
*KONDUKSI       :Perpindahan panas dengan benda lain selama terjadi  kontak.  Ex : Pemberian kompres dingin pada pasien.
Suhu dijaga melalui keseimbangan antara panas yang hilang dan produksi panas. Perimbangan ini dipengaruhi oleh cara-cara fisik dan kimiawi dan melalui rangsangan system saraf.
  1. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI SUHU TUBUH
          USIA (AGE)
                Umur mempengaruhi suhu untuk beberapa derajat. Contoh bayi baru lahir secara normal memiliki suhu tubuh 36,1 – 37,7 °C (97-100 F) (Axilla). Suhu tubuh anak-anak akan berubah-ubah sampai masa pubertas dan dewasa. Umur 21 th suhu tubuh kira-kira 37,2 °C Umur 12 th suhu tubuh rata-rata 37 °C dan tetap sampai usia dewasa. Pada orang tua suhu tubuh rata-rata 36 °C.
          JENIS KELAMIN (SEX)
                Jenis kelamin mempengaruhi suhu tubuh. Kenaikan hormon progesterone selama proses ovulasi pada wanita akan meningkatkan suhu tubuh sekitar 0,3-0,5 °C. Begitu juga estrogen dan testoteron akan meningkatkan metabolisme. Wanita biasanya lebih mampu mempertahankan suhu tubuh dibanding pria.
          EMOSI (EMOTIONS)
                Tingginya emosi akan mempengaruhi tingginya suhu tubuh. Sebaliknya keadaan depresi akan menurunkan suhu tubuh.
          AKTIFITAS
          MAKANAN MINUMAN & MEROKOK
                Minuman keras atau dingin dan rokok dapat merubah suhu oral yang bersifat sementara. Ex : minum air es dapat menurunkan suhu oral kira-kkira 0,9 °C.
          LINGKUNGAN
               
  1. PENGKAJIAN SUHU TUBUH
  1.  SUHU ORAL
  2.  SUHU RECTAL
  3.  SUHU AXILLA
  1. DEMAN / FEVER
          PYREKSIA adalah terjadinya kenaikan suhu badan . Istilah awam untuk Pyrexia adalah demam dan merupakan gejala umum penyakit yang membantu badan melawan penyakit.
          HYPERPYREXIA adalah demam yang tinggi biasanya diatas 41 °C.
          HYPOTHERMIA adalah suhu tubuh dibawah normal. Kematian mungkin terjadi saat suhu tubuh turun kira-kira 34 °C.
Type Deman
  1. Demam Intermitten yaitu (demam selang seling) terjadi bila suhu berubah secara tetap antara saat terjadinya pyrexia dan saat suhu badan normal atau subnormal.
  1. Demam Ramitten yaitu (demam turun-naik) terjadi bila suhu badan turun naik beberapa derajat diatas normal tetapi tidak pernah  mencapai titik normal selama naik-turun.
  1. Demam Relapsing yaitu suhu badan kembali normal dalam satu hari  setelah itu deman naik kembali.
  1. Demam krisis yaitu peningkatan suhu tubuh yang   kembali ke normal  secara mendadak.
5. Demam lysis yaitu peningkatan suhu tubuh yang kembali ke normal secara perlahan-lahan.
6.  Demam tetap yaitu suhu tubuh tetap dan naik turunnya sedikit + 2 °C diatas suhu normal.
  1. PENGKAJIAN TANDA-TANDA KLINIS DEMAM
                Pengkajian Tanda-tanda klinis deman
                -              Kaji peningkatan suhu tubuh
                -              Tidak nafsu makan
                -              Kaji kulit kering
                -              Badan Lemah
                -              Adanya rasa haus
                -              Dahi Panas
                -              kepala pusing
-              Kadang-kadang mengigau
 -             Observasi untuk kemungkinan tanda-tanda berbahaya dari  deman
Intervensi Nonpharmakologi dapat dipergunakan :
  1. Kompres hangat seluruh tubuh atau dahi, kedua ketiak, kedua lipatan paha karena pada daerah itu terdapat banyak pembuluh darah besar.
  2. Beri minum air putih yang banyak
  3. Memakaikan pakaian yang tipis.
Kolaborasi dengan tim medis untuk pemberian obat Antipyretic. Obat ini dipercaya dapat menurunkan ketetapan set poin dihypothalamus.

 sumber: hand out materi KDM I


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar